Nama saya Alif Zuliyansyah saya lahir di Jakarta pada tanggal 12 Juli 2001, Saya sekolah di SMK Negeri 59 Jakarta Selatan dan saya pernah mengalami kegagalan disaat saya sekolah di SMK Negeri 18 Jakarta Selatan. Sekarang saya melakukan aktivitas bersekolah sambil Bekerja sebagai Driver Grab.
Perjalanan pertama saya naik gunung yaitu Gunung Sindoro 3153 mdpl yang letaknya di Kota Wonosobo, Jawa Tengah. Awalnya saya ber7 hanya sedang bercanda canda tentang gunung . Saya ber6 semuanya sama sama dari Smk Negeri 59 Jakarta. Dan akhirnya saya ber7 yang beranggotakan Rizal Shofwan(Rijal) , Fathaq Yuki(Yuki), Naufal Syarif(Bernad) , Nasrul Agustiana, Muhammad Yusuf Habibi(Kobab) , dan saya sendiri Alif Zuliyansyah(Black). Saya ber7 packing dan belanja logistik pada h-2 sebelum berangkat dan saya pada saat itu belum mengerti arti Packing dan arti Logistik. Rizal Shofwan(RIjal) hanya dia yang mengerti semua itu karena kami ber6 belum pernah naik gunung. Saya berangkat dari terminal Mencong(Ciledug, Tanggerang) pada jam 3 Sore dan itu pun kami baru pulang sekolah dan kami sampai di Terminal mendolo pada jam 8 Pagi, dan kami ber7 pun mulai mendaki pada jam 9 pagi. Pada saat memulai mendaki saya membawa Tas Carrier 55Liter tetapi saya yang belum terbiasa membawa tas carrier disaat baru sedikit perjalanan saya pun meminta gantian kepada temen saya Naufal Syarif(Bernad) dan akhirnya pun saya membawa tas sekolah punya Bernad. Ya lumayan lah jadi ringan bebannya:D tetapi baru sedikit perjalanan pun Bernad juga meminta gantian kembali untuk membawa Tas Carrier. Kita ber7 yang baru memulai perjalanan akhirnya diguyur hujan yang sangat deras kita ber7 pun langsung memakai Ponco(Jas Hujan) masing-masing. Tetapi karena diperjalanan banyak pohon-pohon tumbang akhirnya pun ponco kami sobek sobekan akhirnya kami memutuskan untuk membuka flysheet dan meneduh sebentar sambil ngeroko dan ngopi. Tetapi kami ber7 sudah sangat kedinginan tidak lama kemudian akhirnya pun kami menerobos hujan, dan setelah itu kami sampai di pos3(Area Camp) kami pun langsung berdiam duduk karena kami tidak tau bagaimana caranya memasang tenda akhirnya pun rizal mulai memasang tenda dan kami sudah sangat kedinginan. Setelah itu kita memasak dan membuat makanan sambil berfoto foto.
Pada malam hari pun kami masih merasakan kedinginan yaa mungkin kami ber7 masuk angin:D pada malam hari pun kami memutuskan untuk tidur bergantian gantian karena adanya babi hutan yang suka mengganggu pendaki di Pos 3, disaat saya sedang mengobrol dengan Yuki dan Habibi tiba-tiba ada seorang bapa-bapa yang menghampiri kami dan sambil berkata “Mas waspada ya, babi sudah datang” dan tidak lama bapa-bapa itu berkata seperti itu ternyata benar ada 1 babi hitam yang besar datang didepan tenda kami, saya dan habibi dan yuki pun kaget ketika melihat babi itu datang sedangkan 3 orang yang lainnya sedang tidur, disaat babi itu datang bapa-bapa itu berkata “Itu babi yang sangat kecil mas,ia mulai datang untuk perkenalan dengan pendaki” Saya dan yuki dan habibipun berfikir “Kalo babi yang kecil aja besarnya seperti itu, bagaimana besarnya babi yang besar yaa” dan tidak lama kemudian saya dan yuki pun tidur karena sudah jam 11 saya dan yuki belum tidur. Pada jam setengah3 pun kami ber7 bangun dan masak dan siap-siap untuk pergi kePuncak. Setelah makan kami ber7 memutuskan jam 3 untuk Summit Attack menuju puncak saya tidak memakai jaket gunung saya hanya memakai sweater biasa dikarenakan baju saya basah semua dan tidak ada yang kering satupun. Di perjalanan menuju Summit Attack ke Puncak saya merasakan sangatnya dingin dikarenakan mungkin setelah kehujanan dan diperjalanan Summit Attack kami ber7 sangat susah nafas dikarenakan pada jam itu semua pohon mengambil Karbon Dioksida bukan mengeluarkan Oksigen, langit pun mulai terang dan sesampainya di setengah summit attack saya mendapatkan view yang sangat indah dan kami ber7 pun akhirnya memutuskan untuk berfoto-foto dahulu. Pada jam 7 kami ber7 pun sudah sangat lelah dikarenakan mungkin hari kemarinnya diguyur hujan deras, dan tadinya kami ber5 memutuskan untuk tidak pergi ke Puncak dikarenakan Bernad sudah sangat kelelahan dan masuk angin, dan 2orang teman kami Nasrul dan Wildan memutuskan untuk ke Puncak dan meninggalkan kami ber5, kami yang tadinya niat tidak pergi ke Puncak tetapi karena kami ber5 tidak mau teman kami yang ber2 itu kenapa napa diperjalanan menuju Puncak akhirnya kami ber5 pun memaksakan untuk ke Puncak untuk menyusul teman kami ber2 karena bagi kami ber5 “Mendaki gunung itu bareng-bareng 1 orang mati semuanya pun ikut mati dan kami pun tidak mau teman kami Nasrul dan Wildan kenapa napa dikarenakan cuaca yang sangat tidak mendukung dan kabut yang sangat tebal. Akhirnya kami pun ber7 bisa sampai di Puncak gunung Sindoro 3153 mdpl. Kami ber7 pun mengucapkan syukur dan ada yang bersujud syukur karena bisa sampai dipuncak walaupun kondisi badan sudah tidak sehat, kondisi cuaca sudah tidak mendukung. Dikarenakan Gunung Sindoro terkenal dengan belerangnya yang sangat menyengat akhirnya kami ber7 memutuskan hanya sebentar dipuncak karena sangat sulit napas. Sesampai nya dipos 3 kami diguyur hujan kembali semuanya tidur kecuali saya,dan kami ber7 akhirnya memutuskan turun dari pos3. Dan akhirnya kami turun dan sampai jam6 dibasecamp karena kondisi badan yang sudah sangat tidak mendukung akhirnya kami ber7 memutuskan untuk tidur semalam dahulu di Terminal Mendolo(Wonosobo) dan kami memulai perjalanan pulang ke Jakarta pada pagi hari, kami pulang dengan rasa bersyukur dan rasa senang karena bisa naik gunung pertamakalinya dan bisa melawan dinginnya hujan dan dinginnya gunung.
Perjalanan kedua saya, saya diajak sahabat saya yang bernama Talah untuk mendaki Gunung Ciremai 3078 mdpl(Kuningan, Jawa Barat) bersama teman temannya Warles Adventure yang sudah mendaki ke Gunung Gede dan Gunung Sindoro dan ketika H-2 sebelum berangkat ke Gunung Ciremai talah pun memutuskan untuk batal naik Gunung Ciremai dikarenakan tiba tiba ia jatuh sakit, akhirnya saya tetap berangkat dengan Warles Adventure walaupun tidak ada satu orang pun yang saya kenal, saya ber6 berangkat pada malam hari menggunakan bis Luragung Jaya di terminal Pasar Lembang(Tanggerang) saya ber6 tidak naik bis yang ber Ac tetapi naik bis tanpa AC dan saya melihat ada bapa bapa yang merokok didalam bis akhirnya saya ber6 pun ikutan merokok ya walaupun kasian sama anak kecil didalam bisnya dan sebelumnya saya sudah mendapatkan sangat banyak ilmu dan pelajaran di Gunung Sindoro 3153 mdpl sehingga saya sudah bisa mengatur logistik dan sudah bisa Packing Carrier sendiri. Dan saya mencoba memakai pelajaran yang sudah saya dapati saya mendaki gunung Ciremai membawa Tas Carrier 60Liter dan saya pun memulai mendaki gunung ciremai pada jam 10pagi disaat diperjalanan saya berusaha untuk sokenal dan mencari mencari obrolan karena tim Warles Adventure sudah ke Gunung Sindoro dan sayapun juga pernah akhirnya sayapun mengajak ngobrol tentang gunung sindoro(Ya daripada yang lainnya ngobrol sedangkan saya hanya diam saja) Ditengah perjalanan ada 1orang yang sangat kelelahan dan akhirnya saya membawakan tasnya saya membawa tas Carrier 60L dibelakang dan saya pun membawa Daypcak 20L didepan. Pada jam 5 pun kami ber6 sampai dipos4 (Arban) akhirnya kami ber6 mendirikan tenda disini yak arena juga banyak pendaki yang mendirikan tenda disini. Pada jam 2malam pun kami memutuskan Summit Attack perjalanan ke Puncak, track ciremai yang sangat menguji kesabaran dan menguji kekuatan hingga kami ber6 pun sangat kelelahan. Dan kami ber6 pun sampai dipuncak pada jam 8Pagi tetapi dipuncak sangat dingin dikarenakan kabut yang sangat tebal sama sekali tidak kelihatan cahaya dan matahari. Disaat mataharipun keluar semua pendakipun bersorak sorak teriak karena senang bisa melihat pemandangan dari Puncak Gunung Ciremai kami pun lumayan lama di Puncak gunung Ciremai dan akhirnya kami memutuskan untuk turun dari puncak dan disaat turun kami berpencar pencar karena pada main balap balapan tetapi saya tetap turun dengan santai dikarenakan saya ingin menikmati perjalanan. Dan akhirnya sesampai kami di Basecamp kami mendapatkan makanan gratis dari Basecamp dan sertifikat. Sesampai di basecamp saya langsung mengabarkan Ibu saya dikarenakan Ibu saya tau cerita tentang gunung ciremai dan Ibu saya pun sangat senang setelah tau saya selamat.
Perjalanan ketiga saya yaitu Gunung Gede 2958 mdpl(Cibodas, Jawa Barat) saat itu saya mendaki gunung dengan beranggotakan 20 orang dengan saya ketua kelompoknya, dan hanya ada 2orang yang saya kenal sisanya 17orang tidak ada yang saya kenal karena saya diajak:D saya mendaki menggunakan tas carrier 60L yang saya pakai kegunung ciremai, dan perjalanan ke Gunung gede hanya saya sendiri yang menggunakan motor sisanya menggunakan kereta dan sayapun mengajak teman saya 1orang untuk menemani saya naik motor diperjalanan saya diberhentikan polisi karena saya belum mempunyai SIM tetapi saya lolos dari polisi itu. Saya berangkat dari Jakarta setelah sholat isya dan sampai di Basecamp jam 12, kami ber20 pun akhirnya memutuskan untuk tidur dahulu di Basecamp, dan pada jam 8 pagi saya mengurus simaksi dan akhirnya pun kami memulai perjalanan jam 5 sore saya sampai dipos 3 dengan diguyur hujan yang sangat deras dan kabut yang sangat tebal jam 7 pun mereka memutuskan untuk pergi ke Alun Alun surya kencana, dan semuanya pun mulai naik satu persatu walaupun hujan deras, tetapi disaat saya baru mulai naik saya melihat kebelakang dan ada anggota saya 1 orang yang sedang kedinginan akhirnya pun saya meneriaki 18 orang itu dan memberi tahu bahwa temannya kedinginan hebat tetapi tidak ada satuorang pun yang peduli akhirnya saya memutuskan untuk menemani 1orang itu, dikarenakan logistik semuanya dibawa dan saya tidak mempunyai sedikit makanan akhirnya ada pendaki yang baik memberi saya makanan dan mengajak gabung dan saya pun memasang 2 Sleeping Bag ke 1orang itu, hujan pun berhenti pada jam 10 pagi, dan saya berdua pun akhirnya memutuskan untuk lanjut ke Alun Alun Surya Kencana untuk memutuskan menyusul 18 orang itu, tetapi 18orang itu semuanya telah ke Puncak karena kami ber 20 lintas naik via putri turun cibodas dan akhirnya kami sampai dipuncak pada jam setengah 12 dan jam 12 kami memutuskan untuk turun kebasecamp via cibodas dari puncak tapi diperjalanan kami diguyur hujan, dan kami sampai dibasecamp jam 10(sangat lama padahal kalau turun itu galama) dan saya pun mendapatkan banyak pelajaran digunung gede.
Perjalanan keempat saya yaitu Gunung Kencana 1803 mdpl saya berangkat ber4 bersama Talah dan 2orang tim Warles Adventure, kami ber4 berangkat menggunakan motor kami mulai berangkat dari Jakarta setelah selesai shalat dzuhur, dan kami sampai dibasecampun jam 6sore. Kami langsung menuju Puncak karena hanya makan waktu 45menit dari basecamp ke Puncak.
Perjalanan kelima saya yaitu Gunung Prau 2565 mdpl ini untuk kedua kalinya saya ke Wonosobo, Jawa Tengah. Saya berangkat bertiga saya dan pasangan serasi yaitu Bentol dan Rusty,dan ini buat pertamakalinya saya membawa orang yang belum pernah naik gunung,dengan pengalaman dan pelajaran saya yang sudah cukup saya pun berani membawa perempuan,saya berangkat dari terminal lebak bulus pada jam 3sore dan sesampainya diwonosobo jam 8pagi, kami ber3 pun memulai mendaki dan disetiap perjalanan kami sangat banyak beristirahat sangat banyak memakan waktu mungkin karena fisik laki laki lebih kuat dibanding fisik perempuan, saya sangat merangkul dua teman saya saya membawa tas carrier 60L dan daypack didepan 20L dan tenda dileher itu sangat menguji fisik saya,saya terus terusan memberikan semangat kepada teman saya dan sampai lah dipuncak ketika saya sampai dipuncak saya langsung mendirikan tenda,dan teman Saya duduk karena sangat kelelahan,setelah saya selesai mendirikan tenda saya pun melanjutkan membuat makanan untuk teman saya setelah itu saya lanjut berfoto-foto. Dan malam pun tiba dimana dinginnya pun mulai datang, kami pun tidur dan selang beberapa menit kami tidur saya dibangunkan oleh teman saya Bentol karena ia kedinginan akhirnya pun saya pakaikan bentol 3sarung tangan dan 3kaos kaki, dan saya kembali tidur. Beberapa menit kemudian saya dibangunkan kembali oleh teman saya bentol karena pacarnya kedinginan dan saya suruh bentol pakaikan pacarnya 2jaket dan 2sleeping bag dan Saya pun kembali tidur lagi kemudian saya berkali kali dibangunkan kembali karena mereka berdua kedinginan. Tetapi dari perjalanan ini saya sangat banyak mendapatkan pelajaran dan pengalaman bagaimana Caranya merangkul teman
Setelah dari Gunung Prau saya sudah tidak diizinkan naik gunung karena kondisi keluarga saya yang sedang berantakan dan sekarang yang hanya saya bisa lakukan hanyalah menahan rindu, mungkin pendaki gunung memang kuat menahan beratnya tas carrier, tetapi pendaki gunung tidak kuat menahan beratnya rindu pada ketinggian.
Suatu hari nanti saya akan terbang bersama semua impian saya,Di Alam saya mengerti arti makna kehidupan yang sesungguhnya,Di Alam saya mengerti betapa penting sebuah tetesan air untuk manusia,Di Alam saya belajar tentang bagaimana mengurangi keegoisan,mengurangi keras kepala,mengurangi emosi. Ditempat ini saya bisa melihat keindahan alam yang menakjubkan,ditempat ini saya merasa saya sangat dekat dengan Tuhan, hanya doa dan jaga omongan lah yang bisa membuat kita selamat dari kegelapan hutan. Hanyalah persiapan,pengetahuan dan pengalaman lah yang membuat saya bertahan hidup,perjalanan ini memang membawa saya kepada marabahaya,kepada kelelahan,dan kehausahan tetapi perjalanan ini lah yang mampu membuat saya belajar bagaimana artinya bersyukur, bersyukur atas semua keindahan alam yang Tuhan ciptakan. Dahulu saat saya duduk dibangku SD saya selalu menggambar 2gunung dengan ditengah tengahnya Matahari dan dibawahnya padang rumput dan sawah dari SD saya ingin pergi kegunung dan saat SD saya selalu memikirkan betapa takutnya untuk ke Gunung, betapa mengerikannya di Alam bebas, Betapa bahayanya dengan ketinggian. Tetapi setelah saya menginjak dewasa saya mampu menapakkan kedua kaki saya diatas awan. Saya belajar bahwa Puncak bukan segalanya jangan pernah memaksakan kehendak untuk sampai ke Puncak, karena tujuan utama saya pergi kegunung adalah bisa pulang kerumah dengan keadaan sehat wal’afiiat. Diluar sana banyak yang berkata naik gunung itu capek,melelahkan, banyak juga yang berfikir bahwa naik gunung itu hanya membuang-buang uang karena diluar sana banyak yang berfikir uang ratusan ribu hanya untuk kegunung bagi mereka itu sia-sia. Saya merasa semua uang saya,semua kelelahan saya,semua kehausan saya semuanya terbayar disaat setelah saya sampai di Puncak Gunung. Puncak gunung itu seperti cita-cita. Disaat kita memulai perjalanan,kita harus berdoa dahulu sebelum melangkah. Diperjalanan kita terjatuh dan bangkit berulang kali. Kita menemukan siapa diri kita yang sesungguhnya dalam perjalanan menuju puncak. Kita akan tau sifat teman-teman kita disaat digunung. Saya bukan menaklukkan gunung, tapi saya belajar digunung belajar apa artinya sombong,belajar bagaimana merangkul teman-teman saya. Semua orang bisa menganggap bahwa naik gunung itu mudah, kita melewati ratusan pohon besar,kita melewati banyak lembah lembah jurang,kita merasakan betapa dingin yang sesungguhnya,kita merasakan betapa rasa lelah yang sesungguhnya, disaat digunung saya merasakan apa artinya “RINDU” disaat digunung kita bisa merasakan betapa rindunya dengan keluarga,betapa rindunya dengan rumah, dan betapa rindunya dengan orang orang yang kita sayang dan sahabat-sahabat kita. Setelah saya pulang dari gunung saya mengerti betapa pentingnya membuang sampah pada tempatnya karena digunung banyak orang yang membuang sampah seenaknya,dan membuang putungan rokok seenaknya tanpa dimatikan apinya sehingga menyebabkan kebakaran jika di musim kemarau panjang. Buat apa pergi ke Mall?ke Bioskop?ke Cafe? Jika tidak ada pelajaran yang saya dapatkan dari semua tempat itu. Setelah saya pulang dari gunung saya banyak belajar tentang betapa pentingnya menghemat makanan,menghemat minuman. Bukan gunung yang saya taklukan, melainkan diri sendiri lah yang harus ditaklukkan. Jaket gunung adalah jaket yang penuh lambang kegagahan mungkin bisa dibilang pendaki gunung adalah sahabat alam sejati, tapi sahabat alam sejati adalah seseorang yang mencintai Alam, jika saya lihat digunung banyak sampah yang berserakan,banyak kertas kertas nama berserakan,banyak botol berserakan. Apakah itu pantas disebut dengan “PECINTA ALAM” ?. Digunung saya bisa melepaskan dan membuang semua beban fikiran saya, jika kalian tanya “Sejak kapan saya mulai naik gunung?” Maka jawabannya akan sama dengan pertanyaan “Sejak kapan saya mulai patah hati?” Mungkin ditempat ini saya bisa melupakan semua masalah saya,semua beban hidup saya.













Jadi mau mendaki gunung lagi. Makasih udah mau berbagi pengalaman, lanjut terus ya buat artikel yang bermanfaat.!^^ @1m1racle
ReplyDeleteMantap jadi pingin naik gunung nih
ReplyDeleteKeren ceritanya bikin menginspirasi
ReplyDeleteMantapp alipp. Cerita nya itu berfaedah bngt buat para pendaki gunug
ReplyDeleteBagus banget ceritanya
ReplyDeleteSubhanallah
ReplyDeletesangat menginspirasi
ReplyDeleteinspiratif gan
ReplyDeleteCeritanya bagus
ReplyDelete